27 Juli 2021

SatuNews

Beyond the News

Tak Diperhatikan Pemkot, Pedagang Nuwo Intan ‘Menjerit’

1 min read

METRO – Sejumlah pedagang yang berjualan di sentral kuliner Nuwo Intan mengeluh lantaran tidak diperhatikan tempat kios yang terdampak dari pembongkaran.

Salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa para pedagang Nuwo Intan yang sudah lama menempati kios yang disediakan oleh Pemerintah Kota Metro terdampak akibat dari pembongkaran kios untuk perluasan kantor Dekrasnada.

Ia menyayangkan sikap Dinas Perdagangan Kota Metro yang terkesan tidak memperhatikan para pedagang yang terdampak dari pembongkaran kios tersebut. Sedangkan untuk pengelola Nuwo Intan, Sri Sundari dan Sholeh dengan pedagang lama tidak ada komunikasi.

“Maksud kami, para pedagang dengan pengelola Nuwo Intan duduk bareng. Untuk mengetahui mana saja pedagang aktif yang menempati kios tersebut. Sedangkan yang berdagang aktif hanya empat pedagang saja. Namun, saat kami menanyakan tempat yang strategis. Pihak pengelola Nuwo Intan, Sri Sundari mengatakan kios sudah penuh,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengelola Nuwo Intan dengan pedagang lama yang terdampak pembangunan sempat bersitegang. Masalah dipicu karena pedagang enggan membayar uang sebesar Rp 300.000 per/bulan yang diminta pengelola dengan dalih untuk membayar listrik dan air.

Padahal, menurut sumber tersebut, sejak awal pihak Dinas Perdagangan menyampaikan fasilitas yang ada di Nuwo Intan diperuntukkan secara gratis. Jika nanti kedepannya ramai, maka akan dikenakan retribusi seperti di pasar.

“Kalo dikenakan retribusi kami pedagang Nuwo Intan sepakat mengikuti aturan. Harapan kami pedagang lama, diprioritaskan ditempatkan yang paling depan, jangan pedagang lama yang aktif ditempatkan di dekat toilet,” pungkasnya.

Sementara hingga berita ini diturunkan, wartawan kami belum berhasil mengkonfirmasi Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro. (Med)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *