Rab. Okt 21st, 2020

LPA Lamteng : Kejahatan Seksual Ibarat Gunung Es

1 min read

LAMPUNG TENGAH – Alasan takut membongkar aib sendiri membuat kasus kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak dibawah umur di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), ibarat gunung es.Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lamteng, Eko Yuwono menyatakan banyak korban kejahatan seksual memilih untuk tidak lapor kepada pihak kepolisian.

“Banyak korban kejahatan seksual terhadap anak yang tidak dilaporkan dengan alasan malu mengumbar aib,” jelasnya, Selasa (11/8).

Dalam catatan LPA, jumlah korban kejahatan seksual terhadap anak di Lamteng mencapai 43 orang dengan pelaku 58 orang. Rinciannya, jelas Eko Yuwono, kasus kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur dengan pelaku usia dewasa mencapai 31 orang tersangka.

“Sedangkan kejahatan terhadap anak yang pelakunya tergolong orang dekat, paman atau bapak tiri dan lainnya sebanyak 13 orang,” paparnya.

Dalam perkiraan angka ini, lanjut Eko belum seberapa dibandingkan dengan yang tidak melapor dengan alasan malu dan lain lain. “Angka kejahatan seksual terhadap anak seperti gunung es, ada namun tidak melapor,” terang Eko.

Untuk itu, LPA Kabupaten Lamteng mengimbau orang tua agar memperhatikan pergaulan anak supaya tidak terjerembab dalam pergaulan bebas yang berujung menjadi korban, atau pelaku kejahatan seksual. Selain itu, ia mengajak para orang tua untuk membatasi dan memantau aplikasi yang ada pada gadget putra putrinya. Agar anak tidak menyimpan dan membuka konten terlarang.

“Jangan sampai di gadget, anak ada aplikasi terlarang yang mengakibatkan timbulnya inspirasi salah,” pungkasnya. (Dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *