Sab. Nov 28th, 2020

Stimulus Fiskal, Gaji 13 PNS-NonPNS tanpa Honorer

3 min read

PNS, Non-PNS hingga Calon PNS pun memperoleh gaji 13. Sedianya, hari ini (Senin, 10/8), Kemenkeu akan mencairkan dana insentif tersebut. Bagaimana Honorer dan PHL?

JAKARTA – Kabar baik itu akhirnya datang juga. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI memastikan, pencairan gaji 13 Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dicairkan hari ini (Senin, 10/8).

Sama seperti Tunjangan Hari Raya, gaji ke-13 hanya diberikan untuk PNS pejabat eselon tiga ke bawah. Artinya, para pejabat negara dan pejabat eselon satu, dua, serta setingkat tidak akan mendapat.

Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu, Andin Hadiyanto menyatakan, pihaknya sudah mempersiapkan proses pencairan sejak jauh-jauh hari lalu. “Saat ini, Sabtu dan Minggu, kantor kami buka untuk menerima SPM (Surat Perintah Membayar) dari para Satuan Kerja,” kata Andin, Minggu (9/8).

Selain diberikan kepada ASN tertentu, jelas dia, gaji 13 tahun ini juga berbeda karena tidak meliputi tunjangan kinerja (tukin), tunjangan risiko dan beberapa tunjangan lain.

Selain ASN, dijelaskannya, pegawai non-PNS pada lembaga nonstruktural (LNS), lembaga penyiaran publik (LPP), hingga badan layanan umum (BLU) juga memperoleh tunjangan.

Bahkan, pegawai lain yang diangkat langsung oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan aturan perundangan, juga mendapat gaji 13.

Pihak-pihak yang mendapat gaji ke-13 ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 44 tahun 2020 tentang pemberian gaji, pensiun, tunjangan, atau penghasilan ke-13 kepada PNS, TNI, Polri, pegawai non-PNS, dan penerima pensiun atau tunjangan.

Soal besaran gaji ke-13 yang diterima pegawai non-PNS diatur dalam Pasal 9 dan 10 dalam beleid ini, yang selanjutnya dijabarkan secara rinci dalam lampiran dokumen.

PP Rampung

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo membenarkan jika Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No.44/2020 tentang Gaji Ke-13.

Dengan adanya PP ini, PNS dan belasan jabatan lain akan segera menerima gaji ke-13. Namun begitu, kata Tjahjo, kewenangan pencairan ada di tangan Menteri Keuangan Sri Mulyani. “PP (gaji ke-13 PNS) sudah ada, pencairan kapan kewenangan Menkeu,” kata Tjahjo, Minggu (9/8).

Berbeda dengan statemen Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu, Andin Hadiyanto. Bahwa, gaji ke-13 hanya diberikan untuk PNS pejabat eselon tiga ke bawah.

Tjahjo mengatakan, gaji 13 diberikan tanpa pengecualian, merujuk pada aturan pasal dua huruf (a), salah satu penerimanya adalah PNS tanpa ada pengecualian.

Sementara komponen gaji ke-13 tahun ini, dikatakannya, terdiri atas gaji pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum.

Sedangkan komponen yang tidak masuk, antara lain tunjangan kinerja, insentif kinerja, insentif kerja, tunjangan bahaya, tunjangan resiko, tunjangan pengamanan, tunjangan profesi atau tunjangan khusus guru dan dosen atau tunjangan kehormatan, tambahan penghasilan bagi guru PNS, insentif khusus, tunjangan selisih penghasilan, tunjangan penghidupan luar negeri, dan tunjangan lain yang sejenis.

Rincian Gaji 13 yang Didapat:

1. Ketua atau kepala LNS, Rp 9,59 juta

2. Wakil ketua atau wakil kepala, Rp 8,79 juta

3. Sekretaris, Rp 7,99 juta

4. Anggota, Rp 7,99 juta

Untuk pejabat non-PNS pada LNS dan pejabat lain non-PNS yang menduduki jabatan setera eselon:

1. Eselon I/JPT Utama/JPT Madya, Rp 9,59 juta

2. Eselon II/JPT Pratama, Rp 7,34 juta

3. Eselon III/Jabatan Administrator, Rp 5,35 juta

4. Eselon IV/Jabatan Pengawas, Rp 5,24 juta

Pegawai non-PNS pada LNS atau lembaga lain yang non-PNS, disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan masa kerja:

1. Pendidikan SD/SMP/sederajat

a. Masa kerja s.d. 10 tahun, Rp 2,235 juta

b. Masa kerja 10-20 tahun, Rp 2,569 juta

c. Masa kerja di atas 20 tahun, Rp 2,97 juta

2. Pendidikan SMA/D1/sederajat

a. Masa kerja s.d. 10 tahun, Rp 2,734 juta

b. Masa kerja 10 -20 tahun, Rp 3,154 juta

c. Masa kerja di atas 20 tahun, Rp 3,738 juta

3. Pendidikan DII/DIII/sederajat

a. Masa kerja s.d. 10 tahun, Rp2,963 juta

b. Masa kerja 10-20 tahun, Rp 3,41 juta

c. Masa kerja di atas 20 tahun, Rp 4,046 juta

4. Pendidikan S1/DIV/sederajat

a. Masa kerja s.d. 10 tahun, Rp 3,489 juta

b. Masa kerja 10-20 tahun, Rp 4,043 juta

c. Masa kerja di atas 20 tahun, Rp 4,765 juta

5. Pendidikan S2/S3/sederajat

a. Masa kerja s.d. 10 tahun, Rp 3,713 juta

b. Masa kerja 10-20 tahun, Rp 4,306 juta

c. Masa kerja di atas 20 tahun, Rp 5,11 juta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *