Kam. Okt 22nd, 2020

Aprilliati Peduli Nasib UMKM

2 min read

BANDARLAMPUNG – Pandemi Covid-19 jadi pukulan telak buat sektor ekonomi. Perusahaan besar banyak merumahkan pegawai, UMKM pun tak sedikit yang gulung tikar.

Di Bandarlampung, pengrajin tahu tempe di Gunung Sula, Wayhalim mulai rasakan dampak ekonomi akibat Covid-19. Terlebih sejak Bandarlampung dinyatakan sebagai Zona Merah.

“Mayoritas warga Gunung Sula berprofesi sebagai pengrajin tahu tempe. Bahkan, saking banyaknya warga yang menjadi pengrajin sampai membentuk Koperasi. Namun, akhir-akhir ini UMKM kami tak berjalan, karena naiknya harga kedelai sebagai bahan baku. Dari itu kami sangat berharap aspirasi ini bisa didengar Pemerintah, sehingga harga kedelai bisa kembali normal,” ujar Edi salah satu anggota koperasi pengrajin tahu tempe, yang hadir dalam reses anggota DPRD Provinsi Lampung Aprilliati, Sabtu (16/5).

Menanggapi hal tersebut, Aprilliati memastikan akan semaksimal mungkin memperjuangkan nasib pengrajin tahu tempe. Sebab panganan olahan kedelai itu, kata Aprilliati, merupakan makanan sehat yang baik dikonsumsi selama masa pandemi Covid-19.

“Di tengah wabah Covid-19, kita dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan bergizi, seperti halnya tahu tempe. Sebab, tahu tempe adalah bahan pokok semua orang tidak hanya itu harga tahu tempa pun relatif sangat murah harganya dan mudah didapat maka dari itu saya akan tampung keluhan tersebut,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung itu.

Dalam agenda Reses tersebut, Apriliati juga mensosialisasikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 kepada masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat patuh pada peraturan wajib masker yang diterapkan Pemkot Bandarlampung.

“Bagi warga saya imbau jangan ngeyel dan harus sadar. Kalau bisa diberi sanksi untuk yang melanggar, sebab kesadaran masyarakat masih sangat minim jika tidak ada sanksi,” pungkasnya. (Gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *