Ming. Okt 25th, 2020

Tetap Mudik Meski Dilarang

2 min read

Aturan larangan mudik tak lantas menyurutkan niat masyarakat berlebaran di kampung halaman. Meski penjagaan diperketat, ratusan pemudik berhasil ‘lolos’.

BANDARLAMPUNG – Meski larangan mudik telah diterapkan, sebanyak 618 orang pemudik dari berbagai daerah nyatanya telah memasuki Provinsi Lampung.

“Pada periode 24 hingga 26 April 2020 telah tercatat ada 618 orang pemudik yang masuk ke Provinsi Lampung meski telah ada larangan mudik dari Presiden sebagai langkah mencegah persebaran Covid-19,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Reihana, di Bandarlampung, Selasa (28/4).

Ia mengatakan, sebanyak 618 orang pemudik yang masuk ke Provinsi Lampung terdeteksi atas adanya kerja sama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) serta beragam instansi terkait.

“Semua data pemudik yang masuk ke Provinsi Lampung kami dapatkan atas kerja sama dengan berbagai instansi, dengan selalu mengirimkan notifikasi data lengkap pemudik yang masuk ke Lampung,” katanya.

Ia menjelaskan, tidak semua pemudik yang masuk ke Provinsi Lampung dapat dimasukkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

“Memasukkan seseorang dalam kriteria ODP harus sesuai dengan syarat yang telah ada dalam buku panduan dari Kementerian Kesehatan yaitu seseorang yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit dengan memiliki gejala klinis seperti Covid-19, ” katanya.

Sementara, menurut Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, langkah pencegahan persebaran masih terus dilakukan salah satunya dengan meniadakan penyeberangan lintas Merak-Bakauheni bagi pejalan kaki, sepeda motor, mobil pribadi, angkutan orang, minibus dan bus.

“Pada tanggal tanggal 27 April hingga 31 Mei 2020 penyeberangan lintasan Merak-Bakauheni tidak melayani pejalan kaki, sepeda motor, mobil pribadi, angkutan orang, minibus dan bus,” kata Wagub.

Menurutnya, penyeberangan akan tetap dilakukan hanya untuk mengangkut logistik, barang kebutuhan pokok, obat-obatan, alat kesehatan, kendaraan pemadam kebakaran serta mobil jenazah.

Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 antardaerah, kata dia, telah diterbitkan Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah.

Putar Balik

Sementara itu, per hari Senin (27/4), setidaknya lebih 100 kendaraan yang hendak memasuki Provinsi Lampung diminta putar balik ke daerah asal.

Seratusan kendaraan tersebut terjaring di tujuh pos penyekatan yang didirikan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung.

Direktur Ditlantas Polda Lampung, Komisaris Besar Chiko Ardwiatto mengatakan, imbauan putar balik itu berdasarkan Permenhub 25 tahun 2020.

“Sudah ada sekitar 100 kendaraan yang kami imbau untuk putar balik. Dengan pendekatan humanis, alhamdulilah, mereka mau putar balik,” kata Chiko dalam keterangan tertulis.

Kemudian, terkait tujuh pos penyekatan akses masuk Lampung, Chiko mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Lampung untuk mendata para penumpang.

Tujuh pos itu yakni, Pos Bakau penyekatan dari / ke Pulau Jawa, di Lampung Selatan, Pos Pelabuhan Panjang, dari dan ke Jakarta / Semarang di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung.

Kemudian, Pos Pelabuhan Bandar Bakau Baru dari / ke Jakarta, di Lampung Selatan, Pos Krui dari / ke Provinsi Bengkulu, di Pesisir Barat.

Lalu, Pos Sukau dari / ke Oku Selatan Sumatera Selatan, di Lampung Barat, Pos Way Tuba dari / ke Oku Timur Sumatera Selatan, di Way Kanan, dan Pos Simpang Pematang dari / ke Sumatera Selatan, di Mesuji. (Rls/Gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *