Ming. Okt 25th, 2020

4.139 Kasus DBD Terjadi di Lampung

2 min read

BANDARLAMPUNG – Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Lampung sejak Januari hingga April tercatat ada 4.139 kasus. Sedangkan kasus yang meninggal akibat DBD ada 17 orang.

Hal itu berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tertanggal 27 April 2020. Dalam data itu, pada Januari tercatat ada 974 penderita dengan angka kematian lima orang. Lalu pada Februari naik menjadi 1.664 kasus dengan angka kematian enam orang.

Kemudian pada Maret, kasus DBD mengalami penurunan menjadi 1.245, angka kematiannya lima orang. Lalu, pada April hingga tanggal 14, kasus DBD ada 256 orang dan penderita yang meninggal hanya satu.

“Itu berdasarkan pendataan terakhir tanggal 14 April. Tapi kasusnya mengalami penurunan mulai dari bulan Februari,” jelas Kasi Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan Lampung, Media Lisna, Selasa (28/4).

Untuk kasus tertinggi berada di Pringsewu yang mencapai 843 penderita. Kemudian Lampung Tengah 615 kasus dan Bandarlampung dengan 497 penderita.

Dinas Kesehatan pun sudah melakukan berbagai upaya seperti mengirimkan Surat Edaran tentang kewaspadaan DBD ke kabupaten/kota.

Selain itu, Dinkes juga melakukan pendistribusian logistik seperti insektisida dan larvasida. Termasuk penyebaran informasi melalui berbagai media seperti: talk show, press release, leaflet, baliho, serta surat edaran bupati/walikota ke seluruh camat OPD dan Puskesmas.

Dia juga meminta masyarakat dan seluruh elemen untuk melakukan gerakan 3M-plus (menutup dan mengurus penampungan air, mengubur sampah plus tidak ada gantungan).

“Kita juga meminta melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M-plus serentak setiap hari Jumat di seluruh kelurahan, kantor-kantor, dan sekolah, penyelidikan epidemiologi, melakukan fogging fokus,” jelasnya.

Dinkes juga sudah melakukan surveilans ketat, berkordinasi dengan rumah sakit untuk melaporkan kasus DBD dalam kurun waktu 24 jam untuk dilakukan investigasi segera. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *