Kam. Okt 22nd, 2020

Bank Indonesia Sosialisasikan QRIS

2 min read

BANDARLAMPUNG – Dalam rangka Pekan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) Nasional 2020, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung menggelar serangkaian kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 9 sampai 15 Maret 2020. Kegiatan tersebut dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.

“Event ini mengagendakan kegiatan implementasi edukasi QRIS di sekolah, universitas, dan merchant; edukasi QRIS pada pelaku bisnis; serta memfasilitasi merchant untuk pendaftaran QRIS. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi QRIS di Aula Gedung F, Universitas Bandar Lampung (UBL),” kata Asisten Manager Fungsi Analisis Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Keuangan Inklusi, Perlindungan Konsumen KPw BI Lampung, Lintang Anggraeni, Rabu (11/3).

Ia juga mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini pihaknya juga menggandeng LinkAja sebagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

“Edukasi sengaja dilakukan di universitas lantaran QRIS sebenarnya tidak hanya dapat digunakan oleh pelaku usaha. Namun juga untuk berbagai sektor seperti sekolah, universitas, bahkan rumah ibadah untuk penerimaan amal dan zakat,” kata dia.

Ia juga mengatakan, bahwa QRIS sebagai salah satu metode alternatif pembayaran nontunai. Jadi bisa digunakan untuk pembayaran uang sekolah, denda perpustakaan, kantin sekolah, bahkan sampai sumbangan ke rumah ibadah, dan lain-lain. Itu juga yang saat ini sedang kita dorong untuk pembayaran nontunai.

Dengan menggunakan transaksi nontunai dapat memberikan benefit lebih kepada masyarakat. Diantaranya pembayaran yang lebih praktis, masyarakat tetap bisa bertransaksi tanpa harus repot-repot membawa dompet dan memudahkan dalam pegembalian uang.

“Kami juga upayakan menghindari resiko peredaran uang palsu, karena uang pembayaran akan langsung masuk ke rekening. Transaksi non-tunai juga mengurangi resiko kehilangan uang sehingga tidak ada lagi cerita kotak amal dibobol, karena beramal sudah langsung masuk ke rekening,“ kata dia.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), Andala Rama Putra Barusman menuturkan, UBL saat ini juga telah menerapkan sistem digital pada kegiatan perkuliahan, salah satunya adalah penggunaan QR Code untuk absensi mahasiswa.

“Membahas mengenai penerapan QRIS, UBL sendiri sudah menerapkan sistem digital kurang lebih 3 tahun yang lalu. Salah satunya menerapkan absensi QR Code dan Kartu mahasiswa dalam bentuk digital dan bukan lagi berbentuk kartu,” ujar dia. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *