Rab. Okt 21st, 2020

Tinjau Pasar Smep, Yusuf Kohar Dengarkan Curhat Pedagang

2 min read

BANDARLAMPUNG – Wakil Walikota Bandarlampung, Yusuf Kohar blusukan ke Pasar Smep untuk melihat kondisi pembangunan pasar yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Bambu Kuning tersebut, Jumat (6/3).

Kedatangan orang nomor dua di Bandarlampung itu disambut antusias para pedagang yang takmau melewatkan kesempatan untuk menyampaikan keluhan, nasib dan harapan mereka ke depan.

“Kita meninjau saja sampai sejauh mana pembangunan Pasar tersebut, sekaligus silahturahmi dengan pedagang dan masyarakat sekitar,” kata Yusuf Kohar.

Satu persatu keluhan masyarakat dan pedagang didengarkan dan ditampung oleh Yusuf Kohar. Ia juga meminta masyarakat dan pedagang untuk terus semangat menjalankan aktivitas. Yusuf Kohar mendorong pasar tersebut untuk terus berkembang agar masyarakat bisa mendapatkan kesejahteraan.

“Pasar merupakan pusat perekonomian masyarakat. Ke depan kita harapkan pasar-pasar tradisional tidak kalah dengan mal-mal mengenai pertukaran uangnya. Saya juga berpesan untuk menjaga kebersihan agar pasar tidak terlihat kumuh sehingga masyarakat juga nyaman,” jelas Ketua APINDO Lampung itu.

Ia mengatakan bahwa pembangunan Pasar Smep masih macet. Sebab, sesuai keluhan dari masyarakat bahwa pembangunan Pasar tersebut mangkrak dari akhir tahun lalu.

Untuk itu, ia juga mengimbau agar kontraktornya harus mampu bekerja sesuai target dan cepat menyelesaikan pembangunan.

“Jangan sampai mangkrak dan meresahkan masyarakat. Saya lihat pembangunan pasar smep mangkrak 3 bulan ini. Kedepan harus cepat diselesaikan dengan bersih, nyaman dan aman. Termasuk areal parkirnya, jangan memakan bahu jalan,” katanya.

Ia juga menyoroti lantai dasar Pasar yang baru sekitar 30 persen terbangun tersebut, yang menurutnya terlihat kumuh dan akan menjadi banjir di saat hujan deras.

“Seharusnya jangan dibuat menjorok ke dalam seperti itu, harus rata. Agar saat hujan tidak menyebabkan banjir. Drainase juga harus diperhatikan agar pasar tidak terlihat kumuh dan berantakan,” pungkasnya. (Gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *