Ming. Okt 25th, 2020

Hoaks Corona di Sukadana

2 min read

BANDARLAMPUNG – Setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif terpapar virus corona (covi-19), kepanikan mulai terjadi dimana-mana.

Meski berkali pemerintah meminta masyarakat tetap tenang, namun aksi borong masker dan sanitizer masih dilakukan. Kekhawatiran berlebih itu pula yang jadi pintu masuk berita hoaks soal covi-19.

Di Lampung misalnya, informasi berantai menyebut salah satu warga Kabupaten Lampung Timur tertular covi-19 langsung ditelan bulat-bulat oleh masyarakat.

Dalam informasi yang beredar di aplikasi WhatsApp, Selasa (3/3), disebutkan ada mahasiswa China asal Jepara, Lampung Timur, yang tertular covi-19.

Mahasiswa itu sudah dikarantina selama dua bulan, tetapi saat kembali ke Indonesia tidak terdeteksi di bandar udara (bandara).

Pada Selasa pukul 12.00 WIB, dia dibawa ke Rumah Sakit Umum Sukadana dan didiagnosa terkena tuberkulosis (TB) paru. Anehnya, gejala yang diderita mirip seperti corona. Bahkan, keluarganya mengalami sakit semua.

Pada pesan berantai itu juga tertulis, saat ini pasien masih di UGD RS Sukadana untuk dirujuk ke RSU Abdul Moeloek atau Ahmad Yani Metro.

Tak lama setelah informasi itu menyebar, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung, Reihana angkat bicara. Ia menegaskan informasi tersebut adalah berita bohong atau hoaks.

Kepada wartawan, Reihana mengaku sudah menghubungi Kepala Dinkes Kabupaten Lampung Timur. Menurut dia, mahasiswa yang kuliah Guangzho China itu sudah dikarantina selama dua pekan.

“Berarti telah lewat masa inkubasinya dan dia diperbolehkan keluar dari Guangzhou. Diagnosa terakhir dia DBD dan ada TB paru minimal,” tuturnya.

Bahkan, Kepala Dinkes Lamtim juga sudah menghubungi Direktur Pelayanan RSUAM Pad Dilangga. 

“Tidak ada indikasi untuk dirujuk. Cukup dirawat di RS Sukadana dengan diagnosa DBD dan TB Paru minimal,” sebutnya.

Karena itu, dia juga meminta masyarakat untuk tidak cepat panik menanggapi informasi yang beredar di media sosial.

Reihana mengatakan sejak awal kemunculan virus corona, dia sudah melakukan beberapa langkah pencegahan.

“Salah satunya adalah mengantisipasi di pintu masuk Provinsi Lampung. Seperti bandara dan pelabuhan kita siapkan alat untuk mendeteksi,” jelasnya.

Selain itu, dia mengatakan telah menurunkan tim untuk memantau 1.531 masyarakat Lampung yang tersebar di 15 kabupaten/kota. “Tapi alhamdulillah sampai sekarang tidak ada tanda-tanda dari gejala virus corona terhadap warga yang kita pantau,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan ada tiga rumah sakit di Lampung yang siap dan mampu menangani covi-19. Yakni, Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM), RSU Ahmad Yani Metro dan RSU Bob Bazar Lampung Selatan.

“Tapi yang paling siap adalah RSUAM. Karena ada ruang isolasi hampa udara. Tetapi, kami minta semua rumah sakit harus siap menangani virus corona,” tuturnya.

Dalam kesempatan berbeda, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi meminta masyarakat tidak panik dengan munculnya informasi hoaks mengenai covi-19.

Gubernur menyatakan hingga saat ini Lampung masih aman dari covi-19. “Kalau bisa jangan sampai masuk ke Lampung,” terangnya.

Dia juga meminta media massa dalam menyampaikan pemberitaan harus ada konfirmasi dari pihak terkait. Sehingga, tidak membuat masyarakat panik.

“Saya berharap media tidak membuat masyarakat khawatir dalam menyampaikan pemberitaan. Jadi media harus mendapat data yang benar. Kalau belum tentu benar, jangan mudah diberitakan, karena ini bisa mengganggu situasi. Terutama soal ekonomi,” tegasnya.

Meski demikian, Gubernur tetap meminta masyarakat waspada dan menjaga kesehatan. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *