Kam. Okt 22nd, 2020

Tanda Tanya Pertemuan Tertutup Balonkada

2 min read

Tahapan pilkada makin dekat, sosok-sosok petarung mulai nampak. Tapi rekomendasi belum ditangan, manuver politik pun masih ‘senyap’.

BANDARLAMPUNG – Namanya tahun politik, pasti sosok bakal calon kepala daerah (balonkada) selalu dapat ‘spotlight’ di media massa. Kehadiran mereka di acara-acara terlebih yang melibatkan partai politik pun dinanti para pencari berita.

Seperti saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDIP Provinsi Lampung di Hotel Sheraton, Sabtu (29/2), banyak balonkada yang terlihat hadir.

Dari Bandarlampung ada Eva Dwiana, Tulus Purnomo, Yusuf Kohar hingga Rycko Menoza. Kemudian dari Pesawaran ada Dendi Ramadhona dan Aris Sandi. Waykanan ada Rina Marlina, Juprius serta Raden Adipati Surya. Kemudian ada Nanang Ermanto dari Lampung Selatan, Zaiful Bokhari dari Lampung Timur, Arya Lukita dari Pesisir Barat, dan pasangan balonkada Musa-Ardito dari Lampung Tengah.

Namun, tak ada satupun komentar terlontar dari para balonkada tersebut. Hingga usai pembukaan Rakerda, para balonkada dikumpulkan dalam satu ruangan bersama pengurus PDIP Lampung. Hingga Rakerda usai, tidak ada ‘bocoran’ tentang apa yang dibahas dalam pertemuan tertutup itu.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Lampung, Sudin mengatakan secara garis besar partainya meminta balonkada yang ikut di penjaringan untuk legowo apapun hasil rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Siapa pun yang nanti dapat rekomendasi kita harus terima, sesuai perintah DPP,” kata Sudin.

Menurut Sudin, DPD tidak bisa mengintervensi keputusan DPP, termasuk urusan rekomendasi.

“Kita petugas partai. Saya hari ini jadi ketua DPD karena partai, begitupun jadi ketua komisi karena partai. Bukan karena hebatnya saya, tapi karena hebatnya PDIP,” jelasnya.

Sementara itu, dari sekian banyak balonkada yang hadir, hanya Zaiful Bokhari yang mau mengkonfirmasi sudah mendapat ‘tawaran’ dipasangkan dengan kader partai banteng moncong putih tersebut.

“Ya Insyaallah, doakan saja. Tapi ini belum final. Karena rekomendasi partai belum turun,” kata balonkada petahana Lampung Timur itu.

Setidaknya, kata dia, ada dua nama yang disodorkan. Mantan calon Wakil Gubernur Lampung, Sutono dan kader PDIP lainnya Siswanto.

Kendati demikian, Zaiful menyatakan, menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai.

“Bagi saya keduanya sama saja. Dengan Pak Sutono boleh, dengan Pak Siswanto joga boleh. Terpenting partai menyetujui,” ungkapnya.

Terpisah, Sutono saat dikonfirmasi menyatakan bahwa majunya dia di Pilkada Lampung Timur mendampingi Zaiful Bokhari hanyalah isu. “Itu isu, biar seru saja. Saya tidak ikut-ikutan (Pilkada),” singkatnya. (Gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *