Sen. Okt 26th, 2020

Menunggu Kejelasan Penyebab Tewasnya Teknisi Lift Pemkot

2 min read

BANDARLAMPUNG – Polresta Bandarlampung melakukan olah TKP terkait kecelakaan kerja yang membuat seorang pekerja perbaikan lift di Gedung Satu Atap Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung bernama Suryono meninggal dunia.

Pada Jumat (28/2), olah TKP dilakukan sekitar pukul 09.00 oleh tim inafis Polresta Bandarlampung.

Ada sekitar tujuh adegan diperagakan, mulai dari lantai lima, lantai satu, hingga ke bassement atau ground (lantai dasar) tempat Suryono ditemukan jatuh.

Aparat melakukan penyisiran di tiap lift hingga ke bassement, dan menghadirkan salah satu saksi yang saat itu sedang bekerja bersama korban Yakni Agus Setiyawan warga Jakarta Barat, yang merupakan teknisi PT Fujitec Indonesia.

Dari pantauan olah TKP diketahui keduanya sedang memperbaiki lift. Agus dan Suryono menjalankan lift naik dan turun secara manual. Saat itu, Agus tengah berada di dalam lift sedangkan Suryono berada di atas lift. Keduanya saling berkoordinasi untuk menyetel ketinggian dan laju lift.

Diduga saat berada diantara lantai tiga dan empat, Suryono terjatuh sampai ke lantai bassement. Sebelum terjatuh Agus sempat mendengar suara teriakan “aduh” korban. Hingga terdengar suara benturan dan setelah dicek korban tergeletak di bassement bersimbah darah.

Diduga kuat Suryono terjatuh dari ketinggian di antara lantai tiga dan empat, serta terbentur benda keras hingga leher bagian belakang dekat kepala mengalami luka sobek dan berat.

Saat olah TKP darah pun masih terlihat di tempat lokasi korban terjatuh. Sementara bagian kiri lift gedung satu atap Pemkot Bandar Lampung, tempat Suryono kecelakaan tidak difungsikan dan dipasang garis polisi.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Yan Budi Jaya, mengatakan penyelidikan masih terus dilakukan. Pihaknya, kata dia, ingin mengetahui apakah dalam kejadian tersebut terdapat unsur pidana dan kelalaian atau tidak.

“Kita lidik, kita cek apakah ada kelalaian korban, atau pihak lain. Kita juga cek apakah ada SOP (standar operasional proserdur) yang tidak sesuai. Termasuk juga terkait K3,” jelasnya.

Menurut dia, korban Suryono sempat kritis sebelum tewas akibat terjatuh bersama lift dari lantai lima.

Warga Gedung Aji, Kabupaten Tulangbawang tersebut tewas usai dirujuk dari Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Tjokrodipo Bandarlampung menuju, RSUD Abdoel Moeloek, sekitar pukul 18.15 WIB.

“Iya, kami dapatkan informasi itu (Suryono meninggal dunia),” ujar kapolresta.

Murni Kecelakaan

Terkait tewasnya pekerja teknisi lift yang diketahui bernama Suryono, Walikota Bandarlampung, Herman HN mengucapkan turut berbela sungkawa kepada pihak keluarga.

“Ya, kami sebagai Pemerintah Kota Bandarlampung turut berdukacita yang mendalam, terkait kejadian ini. Semoga tidak terulang kembali,” jelas Herman HN.

Selain itu terkait kejadian, Herman HN menyatakan bahwas peristiwa itu murni kecelakaan kerja. Artinya bukan lift Pemkot Bandarlampung yang jatuh dan menimpa korban.

“Bukan liftnya yang jatuh, tapi orangnya. Dia tidak pakai tali pengaman. Pekerja seharusnya, menjaga keselamatannya dengan mengenakan tali pengaman itu. Dia ini tidak pakai, jadin terpeleset, ya namanya ajal,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *