Sel. Okt 27th, 2020

RUU Omnibus Law Buru Melawan Draft Bocor

1 min read

JAKARTA – DPR-RI belum lagi menerima draft lengkap Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) dari pemerintah. Namun, Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) meyakini sudah menerima informasi tentang draft RUU tersebut.

 

Berbekal bocoran informasi itu pula, KSPN menyatakan menolak RUU Omnibus Law Cilaka. Jika DPR masih juga mengesahkan, Presiden KSPN Ristadi mengancam, akan menggelar aksi mogok massal.

 

Presiden KSPN menilai, RUU tersebut berpotensi merugikan kaum buruh. Penegasan itu disampaikan Ristadi kepada wartawan, usai mengisi acara serial diskusi Polemik Trijaya, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2).

 

“Kalau nanti diputuskan, merugikan buruh kelihatannya, pasti desakan untuk aksi pasti terjadi. Ya mogok massal,” tegas Ristadi.

Dia menia, isi draft RUU Omnibus Law Cilaka dinilai merugikan para buruh, terutama soal penerapan upah per jam yang berpotensi menghapus upah minimum pekerja (UMP). “Itu yang akhirnya ditafsirkan oleh kami kan serikat pekerja,” kata Ristadi.

Menurut Ristadi, pihaknya menyesalkan pemerintah dalam menjelaskan RUU Omnibus Law Cilaka sebatas hal-hal yang dipermukaan soal investasi semata. Padahal, hingga saat ini draft RUU Omnibus Law Cilaka itu belum diterima oleh DPR.

 

“Pemerintah juga seperti yang terjadi kemarin kita baru ketemu ngobrol soal omnibus law itu hanya kulit-kulitnya saja, soal peningkatan investasi untuk menumbuhkan dunia usaha menyerap pengangguran. Kami tidak keberatan,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *