Jum. Okt 30th, 2020

PM3L Protes Ada Panwascam ‘Impor’

2 min read

PESISIR BARAT – Keputusan Bawaslu Pesisir Barat meloloskan anggota Panwascam di tempat yang tidak sesuai domisili mendapat protes keras dari kalangan mahasiswa dan pemuda, terutama di Kecamatan Lemong. 

Ketua Persatuan Mahasiswa Muli Mekhanai Kecamatan Lemong (PM3L), Febrian Nanda Pratama menyayangkan adanya salah satu anggota Panwascam di Kecamatan tersebut bernama Bambang Apriansyah yang diketahui berdomisili di Kecamatan Pesisir Utara.

“Keputusan impor Panwascam (yang tidak sesuai domisili) ke Kecamatan kami (Lemong) perlu dipertanyakan kepada Bawaslu Pesibar. Karena keputusan tersebut sangat melukai kami. Apakah memang di daerah kami tidak ada orang yang berkompeten, atau seperti apa. Jangan mentang-mentang masih berkuasa dan seenaknya memasukan saudaranya ke Panwascam,” kata mahasiswa UIN Raden Intan Lampung itu, Jumat (20/12).

Nanda pun meminta Bawaslu Pesibar diberikan sanksi dan melakukan proses rekrutmen ulang anggota Panwascam. 

“Bisa kita bayangkan jika satu keluarga besar atau kepentingan keluarga saja yang diakomodir sebagai anggota Panwascam,  gimana mau Pilkada bersih. Bagaimana mau mengawasi peserta Pemilu dan KPU, ” ungkap dia. 

Sebelumnya diberitakan, tahapan seleksi anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Pesisir Barat (Pesibar) untuk pilkada 2020 telah rampung. Meski begitu, hasilnya masih menyisakan banyak persoalan. Yang paling baru adalah proses seleksi Panwascam diduga jadi ‘bancakan’ keluarga dan kerabat anggota Bawaslu setempat.

Di jejaring media sosial (medsos) facebook misalnya, dugaan kakak, adik, hingga saudara ipar yang terpilih jadi Panwascam Pesibar ramai dibicarakan.

Berdasar informasi yang dihimpun dari beberapa akun facebook warga Pesibar, salah satu anggota Panwascam di Kecamatan Pesisir Utara atas nama Budi Santoso disinyalir merupakan adik kandung dari Abd. Kodrat.

Abd. Kodrat merupakan salah satu anggota Bawaslu Pesibar Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran. Dalam percakapan di beberapa akun itu pula, didapati adanya dugaan Kodrat membantu lolosnya Panwascam atas nama Ruswan Efendi di Kecamatan Krui Selatan yang sebelumnya berdomisili di Kecamatan Pesisir Selatan yang berstatus sebagai pamannya.

Kodrat yang berlatarbelakang advokat itu juga diduga membantu meloloskan Panwascam atas nama Bambang Afriansyah di Kecamatan Lemong yang disebut-sebut masih ada hubungan saudara sepupu.

Selain Kodrat, nama Ketua Bawaslu Pesibar, Irwansyah juga ikut terseret. Irwansyah diduga membantu meloloskan adik iparnya, Erwin Saputra sebagai Panwascam di Kecamatan Lemong. (Red/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *