Rab. Okt 21st, 2020

Mengungkap Jaringan Narkotika Dibalik Jeruji Penjara

2 min read

Sabu 41,6 kilogram bukanlah sedikit. Ada 41 ribu lebih nyawa di situ. Butuh keseriusan memberantas, agar jiwa anak bangsa tak hancur terbius halusinasi.

BANDARLAMPUNG – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1A Bandarlampung, Roni Kurnia dan Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Andi Gunawan menjalani pemeriksaan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Provinsi Lampung.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkum HAM, Edi Kurniadi mengatakan pemeriksaan dilakukan karena diduga ada tahanan yang terlibat dalam kasus narkotika yang berhasil diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, baru-baru ini.

Sebab dalam kasus tersebut, kata Edi, selain menyita 41,6 kilogram narkotika jenis sabu, BNN juga mengamankan enam tersangka, salah satunya tahanan Rutan Kelas I Bandarlampung.

“Dengan adanya pengungkapan kasus itu, kami melakukan pemeriksaan sebagai langkah evaluasi internal. Karutan dan KPR,” ujar Edi Kurniadi, Selasa (10/12).

Namun, Edi tidak bisa memaparkan hasil dari pemeriksaan tersebut. Yang jelas, menurut dia, pemeriksaan tersebut adalah upaya Lembaga Pemasyarakatan (LP) menuju arah yang lebih baik.

Edi juga menegaskan, jika pihaknya tidak henti-henti mengultimatum semua jajaran Kanwil Kemenkum HAM Provinsi Lampung untuk lebih memperketat pengawasan.

“Kalau kami tidak bosan-bosannya memberikan imbauan seperti itu. Tapi masih ada saja yang tidak menjalankan sesuai dengan harapan tadi,” beber Edi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Rutan Kelas 1A Bandarlampung, Roni Kurnia juga enggan berkomentar mengenai pemeriksaan. Namun ia membenarkan bahwa BNN Provinsi Lampung telah mengamankan tiga orang warga binaan Rutan tersebut. Yakni Jefri Susandi, Hatami, dan Supriyadi terkait penggagalan pengiriman narkotika jenis sabu seberat 41,6 kilogram.

“Benar petugas BNN Provinsi Lampung kesini (Rutan). Tidak butuh waktu lama ketiga orang itu kami serahkan, setelah itu kami geledah dan menemukan handphone milik ketiga orang ini,” tutur Roni, Rabu (11/12).

Selain handphone, Roni menjelaskan pihaknya tidak menemukan barang bukti lain dalam penggeledahan tersebut.

“Pengakuan mereka mendapatkan handphone itu dilempar dari luar, ada melalui dari keluarganya, setelah kami interogasi. Kebetulan X-ray rusak dan sedang dalam perbaikan, jadi kami memang kecolongan,” ungkapnya.

*Bukan Kali Pertama*

Pengungkapan jaringan narkotika yang dikendalikan dari dalam Lapas tentu bukan kali ini saja. Oktober 2018 lalu misalnya, Satresnarkoba Polres Lampung Utara menggagalkan penyelundupan sabu ke dalam Rutan Kelas II B Kotabumi.

Di waktu yang berdekatan pula, Petugas Lapas Kelas II B Kotaagung menemukan 12 paket sabu seberat 60,40 gram, pil ekstasi dan seperangkat alat hisap atau bong, milik salah satu warga binaan saat razia rutin. (Gar/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *