Jum. Okt 30th, 2020

Bawaslu Imbau Balonkada Lebih Beretika

1 min read

BANDARLAMPUNG – Ketua Bawaslu Kota Bandarlampung, Candrawansah imbau Bakal Calon Kepala Daerah (Balonkada) lebih beretika dalam sosialisasi.

Hal itu diungkapkan saat menanggapi banyaknya Alat Peraga Kampanye (APK) milik Balon Walikota Bandarlampung, Rycko Menoza yang dipasang di pohon.

“Kalau Bawaslu belum ada kewenangan mencopot, karena (yang memasang APK) belum menjadi Calon (Kepala Daerah),” ujar Candra, begitu ia biasa disapa, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (3/12).

Ia menambahkan, nantinya ketika tahapan Pilkada dimulai, pihak Bawaslu akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung untuk penertiban APK. 

“Jadi sejauh ini masih wewenang Pemkot (Bandarlampung) terhadap penegakan Peraturan Daerah (Perda),” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, APK Balonkada di Kota Bandarlampung sudah banyak bertebaran.

Mulai dari baliho, spanduk, banner, poster, pamflet hingga stiker, lengkap terpampang di tiap sudut kota.

Namun seperti yang sudah-sudah, syahwat promosi diri kerap kali membuat Balonkada tak peduli dengan lingkungan.

Salah satunya Balon Walikota Bandarlampung, Rycko Menoza, yang banner ukuran potret miliknya banyak ditemukan dipaku di pohon. Terutama pohon yang berada di pinggir jalan raya seputar Kecamatan Telukbetung dan Tanjungsenang.

Direktur Eksekutif WALHI, Irfan Trimusri mengatakan di Peraturan KPU (PKPU) nomor 23 pasal 31 tahun 2018, secara gamblang disebutkan pelarangan memasang APK di taman dan pepohonan.

“”Secara estetika lingkungan ini tidak baik, karena bisa mengganggu tumbuh kembang pohon. Ini lebih ke arah (kesadaran) moril,” ujarnya saat diwawancarai di  gedung DPRD Lampung, Senin (2/12).

Sebab, dijelaskannya, Paku mengandung karat yang lambat laun akan meracuni sel-sel pohon.

“Makanya, WALHI sangat melarang siapapun yang merusak pohon, terlebih untuk kegiatan kampanye,” pungkasnya. (Gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *