Kam. Okt 22nd, 2020

Titik Terang di Pusaran Korupsi Pembangunan RSUD Pringsewu

2 min read

PRINGSEWU – Dalam waktu dekat Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu akan segera merilis nama-nama yang terlibat dalam dugaan korupsi pembangunan gedung rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

Wartawan Poros Daily, grup Satunews.id coba mencari tahu siapa-siapa yang nantinya bakal masuk dalam rilis Kejari Pringsewu tersebut.

Berdasar hasil investigasi, dari beberapa narasumber yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, terlontar beberapa nama.

Mayoritas adalah yang sudah dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung rawat inap kelas tiga RSUD Pringsewu Tahun 2012 lalu.

Diantaranya, dr Johan Lius mantan Direktur RSUD, Samsul Rizal pegawai RSUD, Pejabat Pelakasan Teknis Kegiatan (PPTK), pemenang pengadaan barang dan jasa (Pemborong) dan panitia lelang pembangunan gedung rawat inap kelas III RSUD Pringsewu.

“Setahu aku, nama-nama itu sudah bolak balik di panggil untuk dimintai keterangan soal keterlibatannya dalam pembangunan gedung rawat inap di RSUD Pringsewu”, Kata narasumber, Sabtu (30/11).

Sebelum mendapat ‘bocoran’ tersebut, Wartawan Poros Daily juga sudah coba konfirmasi langsung ke Kepala Kejari Pringsewu, Asep Sontani Sunarya, Jumat (29/11). Namun saat itu, ia mengaku masih belum bisa menyebutkan nama-nama dimaksud.

“Bulan depan (Desember) pasti kita akan rilis dan umumkan siapa saja yang terlibat dalam dugaan korupsi pembangunan RSUD Pringsewu, usai mendapatkan hasil dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” tandasnya.

Untuk diketahui, sudah satu tahun lebih Kejakasaan Negeri Pringsewu mengurai benang kusut dugaan korupsi pembangunan gedung RSUD tersebut.

Tepatnya sejak Tanggal 11 November Tahun 2018, saat DPRD dan Kejari Pringsewu melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) Untuk memastikan informasi soal ke kebobrokan bangunan ruang rawat inap kelas III RSUD Pringsewu.

Kini, perkara dugaan korupsi itu mulai menemui titik terang siapa saja oknum yang bermain dalam realisasi pembangunan yang menghabiskan anggaran Rp 3,9 Miliar melalui APBD Tahun Anggaran 2012 lalu. (Can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *