Jum. Okt 30th, 2020

TEC: Tindak Tegas Penambang Pasir Laut Disekitar GAK

1 min read

BANDARLAMPUNG – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Tony Eka Candra (TEC) menyoroti persoalan penolakan warga atas keberadaan kapal tongkang pengeruk pasir laut disekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Saat diwawancarai, Senin (25/11), TEC mendukung penuh sikap masyarakat Lamsel yang kompak mengusir kapal tongkang tersebut.

“Penambangan dengan cara penyedotan pasir laut tersebut melanggar hukum dan ilegal, karena zona wilayah GAK dan wilayah pulau pulau pesisir lepas pantai adalah zona tangkap ikan,” ujarnya di ruang Komisi IV DPRD Provinsi Lampung.

Selain masuk zona tangkap ikan, Politisi Golkar itu menjelaskan, GAK dan sekitarnya merupakan kawasan Cagar Alam dan merupakan Warisan Dunia (World Heritage).

Dia khawatir, aktivitas penambangan pasir laut disekitar GAK dapat menyebabkan longsor tepian, yang bisa mengakibatkan bencana tsunami.

Pun dirinya meminta kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Aparat Penegak Hukum, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu dan Lampung, Kantor Syahbandar, Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, untuk turun dan segera mengambil langkah hukum dan tindakan tegas.

“Semua itu untuk memastikan tidak ada lagi penambangan pasir laut ilegal disekitar GAK dan pulau-pulau pesisir lepas pantai,” pungkasnya. (Gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *