Ming. Okt 25th, 2020

Penggrebekan Oknum DPRD Lampura, DPD Demokrat Angkat Bicara

1 min read

BANDARLAMPUNG – DPD Partai Demokrat (PD) Lampung masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian, terkait dugaan oknum anggota DPRD Kabupaten Lampung Utara (Lampura) inisial HM yang digrebek warga saat berduaan dengan seorang janda berinisial SF.

“Kita tunggu hasil pemeriksaan kepolisian saja, kan masalahnya sudah ditangani kepolisian. Jika memang tuduhan kepada HM benar dan ada tindakan hukum lebih lanjut, tentu bagi PD adalah masalah kode etik,” kata Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Lampung, Levi Tuzaidi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (25/11).

Menurut Levi, semua pengurus partai, terutama yang menjadi anggota fraksi di DPRD Kabupaten/Kota maupun Provinsi telah menandatangani pakta integritas. 

“Sehingga dia harus tunduk dan patuh terhadap apa yang sudah ditandatangani tersebut,” ujar Levi.

Diketahui, kabar penggrebekan oknum anggota DPRD Kabupaten Lampura, Herwan Mega (HM), Minggu (24/11) malam sekitar pukul 22.10, sempat heboh di berbagai media online.

Penggerebekan terhadap politisi Partai Demokrat itu, dilakukan oleh warga dengan cara mengepung rumah milik Sri Ferliantini (SF), warga Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi.

Sementara, Menurut keterangan Ketua RT Sindang Sari, Ashadin Ashar penggerebekan yang dilakukan oleh warga terhadap oknum wakil rakyat tersebut bukan tanpa alasan.

HM, kata dia, sudah sering berkunjung ke kediaman warganya tersebut yang diketahui sudah tidak memilik suami atau berstatus janda.

“Dulu pernah coba kami grebek, tetapi lolos dari pantauan warga setempat. Kemungkinan rencananya sudah diketahui yang bersangkutan,” tandas Ashar.

Diketahui, usai digrebek warga, HM dan SF dibawa ke polres setempat dengan menggunakan kendaraan patroli untuk dilakukan pemeriksaan. (Gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *