Sel. Okt 27th, 2020

TEC Respon Dugaan Pengusiran Wartawan Oleh Halim Nasai

1 min read

BANDARLAMPUNG – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Lampung, Tony Eka Candra (TEC) menyayangkan dugaan pengusiran wartawan yang dilakukan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Halim Nasai.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu dikabarkan mengusir wartawan Radar Lampung, Yuda Pranata saat ingin meliput pembahasan RAPBD bersama Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lamsel di ruang Komisi II, Selasa (19/11).

Menurut TEC, dalam pemerintahan yang demokratis, media massa merupakan salah satu pilar tegaknya demokrasi.

“Oleh sebab itu, tata kelola pemerintahan juga harus melibatkan semua pihak, termasuk media massa,” ujar Tony dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (20/11).

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung itu mengatakan, pada prinsipnya pemerintahan harus menjunjung tinggi asas transparansi, akuntabel, responsible, independent, fairness dan taat terhadap hukum.

Artinya, baik itu RAPBD maupun APBD adalah milik publik dan harus disosialisasikan secara luas. Tujuannya, Tony menuturkan, agar masyarakat mengetahui kemana saja uang mereka dialokasikan.

“APBD milik rakyat, karena dananya bersumber dari uang rakyat. Untuk itu pembahasan RAPBD tidak boleh tertutup, harus transparan dan dapat dipertanggung jawabkan,” pungkas Bakal Calon Bupati Lamsel itu.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Lampung Selatan, Halim Nasai saat dikonfirmasi mengaku apa yang ia lakukan bukan bertujuan untuk mengusir.

“Ya dari pada pusing saat mendengarkan pembahasan, lebih baik keluar saja dan tunggu hasil pembahasan akan kami jelaskan,” singkat Halim. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *