Sab. Nov 28th, 2020

Menghirup ‘Surga’ Curup Gangsa Pekon Kota Way

2 min read

Foto: IST

BANDARLAMPUNG – Kalangan bloger menyebut, ada Niagara Mini di Lampung. Ada pula yang mengatakan, ada hamparan surga di pedalaman Lampung. Tepatnya di Pekon (Desa) Kota Way, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan.

Sekilas, nama Pekon Kota Way memang jarang disebut masyarakat. Ini bukan sebuah ‘pengecualian’. Tapi lebih kepada jarak tempuh antara Bandarlampung – Way Kanan – Kasui – Pekon Kota Way yang membutuhkan waktu lumayan panjang, hingga mencapai 5,5 jam perjalanan.

Kondisi Pekon Kota Way, pada dasarnya, tidak jauh berbeda dengan desa/pekon lain yang ada di sekelilingnya. Sesuatu yang membedakan, adalah keberadaan Curup Gangsa. Yakni, air terjun yang dibentuk oleh bebatuan alam sekitar. Air Terjun Curup Gangsa ini pula yang disebut-sebut sebagai surga yang tersembunyi.

Jika ditilik dari tampilannya sekilas, air terjun ini layaknya Niagara, di Amerika Serikat. Deretan air terjun membuncah lepas dari ketinggian 50 meter, lalu termuntahkan dan mengalir ke sungai di bawahnya dengan lebar kurang lebih 20 meter.

Udara dingin yang menyeruak terhempas kibasan angin basah, adalah pertanda ucapan selamat datang dari Curup Gangsa.

Jika diartikan secara harafiah, ‘Curup’ mengandung arti tempat. Sedangkan ‘Gangsa’, disinonimkan sebagai logam perunggu (untuk membuat gamelan, genta).

Sementara cerita yang berkembang di masyarakat Pekon Kota Way, kata ‘Gangsa’ diambil dari nama alat musik seruling yang terbuat dari bambu. Konon legendanya, suara gemerincing air terjun mengalun bagaikan suara seruling Gangsa.

Banyak wisatawan mengagumi keindahan Curup Ganggsa. Tak jarang, penulis kepariwisataan pun membaiatnya dengan kalimat ‘objek wisata potensial’. Meski kenyataannya, objek ini jarang disentuh pemerintah.

Ada banyak catatan menarik di tempat ini. Selain pemandangan kawasan perbukitannya alami, udara segar nan dingin adalah suasana yang sulit ditemukan di daerah lain.

Curup Gangsa pun belum banyak dirubah. Sebagian besar alamnya, masih sama seperti puluhan tahun lalu. Tak terkecuali tangga batu jalur menuju air terjun.

Beberapa penulis menyebut, Air Terjun Curup Gangsa bersumber dari patahan sungai Way Tangkas yang mengalir dari Bukit Punggur. Selanjutnya, air mengalir melintasi Pekon Tanjung Kurung, pekon Lebak Peniangan, dan terakhir bermuara di kaki bukit Pekon Tanjung Raya.

Rute Panjang

Way Kanan merupakan satu dari 14 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Lampung. Daerah itu terletak paling utara, berbatasan langsung dengan Kabupaten Oku Timur Provinsi Sumatra Selatan.

Menuju Pekon Kota Way merupakan perjalanan panjang Bandarlampung – Way Kanan – Kasui – Pekon Kota Way. Kondisi jalan lumayan terjal, utamanya saat kendaraan Anda memasuki Kecamatan Kasui hingga Pekon Kota Way.

Sedangkan dari Bandarlampung, wisatawan bisa mampir terlebih dahulu di Blambangan Umpu, Ibukota Kabupaten Way Kanan.

Blambangan Umpu merupakan kota tua atau kota lama yang berjarak 11 kilometer dari jalan Lintas Tengah Sumatera dan jalur Kereta Api (KA) Palembang – Bandarlampung.

Daerah ini sudah ada sejak masa Pemerintahan Kolonial Belanda, yang dibuktikan dengan adanya beberapa bangunan tempoe doelo. Jarak antara Blambangan Umpu – Curup Gangsa, sekitar 40 kilometer.

Rute lain yang bisa ditempuh, adalah Bandarlampung menuju Kecamatan Baradatu. Waktu tempuh ke daerah ini bisa mencapai 4 jam perjalanan.

Selanjutnya, dari Baradatu menuju Kecamatan Kasusi. Butuh waktu satu jam lebih untuk tiba di sini, kemudian perjalanan dilanjutkan kembali menuju Pekon Kota Way yang berjarak kurang lebih 11 kilometer. Waktu tempuh menuju Pekon Kota Way, kurang lebih 0,5 jam perjalanan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *