Jum. Okt 30th, 2020

Saat Film Kucumbu Tubuh Indahku ‘Dibredel’

2 min read

BANDARLAMPUNG – Apresiasi film Kucumbu Tubuh Indahmu yang digagas Klub Nonton Lampung di gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL), Selasa (12/11) sore, berubah heboh saat pertunjukan film tengah berlangsung.

Dari lantai bawah gedung terdengar teriakan. Hingganya, panitia pelaksana pun mendadak mengumumkan melalui pengeras suara, jika pemutaran film tidak bisa dilanjutkan.

Penonton diminta tenang dan tetap berada di dalam ruangan. Usai pemberitahuan, beberapa anggota FPI Kota Bandarlampung masuk ke ruangan dan memaksa agar film tidak lagi diputar.

Kucumbu Tubuh Indahmu, sebenarnya tak lebih hanya sebatas judul saja. Namun, saat film karya Garin Nugroho ini diputar di gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL) PKOR Way Halim Bandarlampung, Selasa (12/11), penayangannya dihentikan paksa.

Adalah massa dari Front Pembela Islam (FPI) Kota Bandarlampung yang ‘melabrak’ gedung DKL saat pemutaran film yang digagas Klub Nonton Lampung tersebut berlangsung.

Hermansyah GA, dari Dewan Film DKL menilain, FPI terlalu frontal mengambil sikap. “FPI jangan langsung mengambil sikap. Dia (FPI) harus tahu dulu, harus pelajari dulu, kenapa film ini dilarang,” tanya Hermansyah.

Ketika FPI menuduh sebuah film mengandung unsur pornografi atau LGBT dan lainnya, kata Hermansyah, seharusnya FPI melihat terlebih dahulu isi dan cerita film tersebut.

Secara pribadi, Hermansyah menilai, film karya Garin Nugroho ini memang sedikit ‘nyeleneh’ dari sisi judulnya.

Akan tetapi, ulas dia, yang dimaksudkan dengan judul ‘Menikmati Tubuhku’ itu, adalah bahasa sampiran. Yakni, menikmati gerakan dia (tokoh dalam film tersebut) saat menari. “Seluruh gerakan tari saya, keluar dari tubuh saya. Film ini masuk nominasi Oscar,” jelasnya pula.

Anggota Komite Film DKL lainnya, Dede Safara Wijaya menyatakan, alasan film ini diputar sebagai ruang apresiasi bagi kalangan seniman, untuk melihat kualitas film bersangkutan.

“Di sini, kami mencoba membangun ruang apresiasi. Tidak ada embel-embel untuk hal yang negatif,” katanya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *