Rab. Okt 21st, 2020

Komisi V DPRD Lampung Sidak ke Yayasan Bina Mulya

2 min read

BANDARLAMPUNG – Berawal dari laporan adanya aktivitas pembangunan perumahan yang mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa Yayasan Bina Mulya. Komisi V DPRD Lampung langsung gelar inspeksi mendadak (sidak) ke Jalan Badak, Sukamenanti, Kedaton, Bandarlampung.

“Kami mendapat laporan bahwa kegiatan belajar mengajar terganggu karena ada kegiatan pengembangan perumahan, tepat di belakang sekolah,” kata Ketua Komisi V DPRD Lampung Yanuar Irawan, Selasa (12/11), membuka pembicaraan dengan Ketua Yayasan, Kepala Sekolah dan pihak pengembang (developer) perumahan.

Menurut Yanuar, kedatangan mereka dalam rangka mencarikan ‘win-win solution’ atas permasalahan tersebut.

“Anak-anak didik (siswa) ini merupakan tanggungjawab kita bersama. Untuk itu kami (Komisi V) turun kesini,” jelasnya.

Dalam sidak kali itu, Ketua Yayasan Bina Mulya, Agus Priono mengaku kesal karena pihak mereka selama ini hanya diberikan janji – janji oleh pengembang.

“Katanya mereka mau memberikan kompensasi, mau memberi spandek dari ujung ke ujung (bangunan sekolah),” jelasnya.

Dia menuturkan, sudah hampir satu tahun para siswa merasa tidak nyaman, sebab debu dan getaran yang timbul dari aktivitas pembangunan perumahan sangat mengganggu.

“Mulai dari suara truk yang lalu-lalang, operasional alat berat, hingga suara saat mereka menancapkan paku bumi,” tegasnya.

Sementara, Fiki Candra selaku pengembang perumahan menyatakan bahwa keinginan pihak Yayasan Bina Mulya begitu besar untuk bisa mereka penuhi.

Menurut dia, awalnya pihak yayasan hanya meminta agar pengembang memberikan atap spandek di sebidang tempat untuk menghindari masuknya debu pembangunan ke sekolah. Namun belakangan Yayasan malah meminta lebih banyak, dari kesepakatan sebelumnya.

“Awalnya kan kami sanggupi, tapi tidak sebanyak ini. Masa kami harus mengganti atap sekolah sampai Rp100 jutaan,” kata dia.

Fiki mengklaim pembangunan perumahan sudah dilakukan sesuai prosedur berlaku. Mulai dari minta izin dengan Yayasan Bina Mulya, tokoh masyarakat dan warga sekitar.

“Setiap bulan kami (pengembang) selalu membagikan dana kompensasi Rp200 ribu, untuk 74 kepala keluarga radius 200 meter dari lokasi pembangunan. Itu sudah berjalan satu tahun,” tukasnya.

Untuk diketahui, dalam sidak kali itu para anggota Komisi V DPRD Lampung yang hadir diantaranya, Yanuar Irawan (Ketua Komisi), Rahmat Mirzani Djausal (Sekretaris Komisi), Yusirwan, Jauharoh Haddad, Lesty Putri Utami, Asih Fatwanita, Budhi Condrowati dan Ahmad Giri Akbar. (Gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *