Sel. Okt 27th, 2020

Tujuh Pahlawan Hadiri Penutupan Kembara PKS Lampung

2 min read

BANDARLAMPUNG – DPW PKS Lampung menutup rangkaian Kemah Bakti Nusantara (Kembara) 2, dengan membagikan penghargaan kepada orang-orang yang mampu menjadi pahlawan di lingkungan sekitar.

Ketua DPW PKS Lampung, Ahmad Mufti Salim mengatakan pemberian penghargaan sengaja dilakukan, sebab Kembara tahun ini bertepatan dengan dua momen besar. Yaitu, peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, 12 Robiul Awal 1441 yang jatuh pada tanggal 9 November 2019. Kemudian, Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November.

“Bahwa hari ini, kita akan memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang berjasa, menginspirasi dan tentu menjadi pahlawan bagi lingkungan sekitarnya,” ungkap Mufti Salim di Taman Wira Garden, Minggu (10/11).

Dia menjelaskan, ada tujuh orang pahlawan yang mendapat penghargaan dari DPW PKS pada acara kali itu.

Pertama, Idrus Hambali (70 tahun), guru ngaji tahsin dan tafsir bagi anak-anak dan ibu-ibu di Umbul Kunci.

Kedua, Lambe (70 tahun), Marbot Masjid di Pulo Pasaran, yang telah mengabdikan diri lebih dari 15 tahun.

Ketiga, Sobri (60 tahun), yang telah mengabdikan diri menjadi petugas Sokli/ petugas pemungut sampah di rumah-rumah warga selama bertahun-tahun.

Keempat, Acang Sutima (65 tahun), yang telah berjasa bagi warga sekitar karena membantu hadirkan listrik dengan tenaga air di Kupang Jernih, Sukarame 2, Telukbetung Barat.

Kelima, Cecep (70 tahun), selama puluhan tahun bertugas memandikan jenazah di Telukbetung Barat.

Keenam, Ending Sardi (70 tahun) dan Syahrudi (70 tahun), dua sesepuh kampung pemersatu anak-anak muda Kota Karang, Tanjungkarang Timur sehingga berkurang tingkat kenakalan remaja di lingkungannya. Bahkan anak-anak muda tersebut lebih positif dengan kegiatan-kegiatan kreatif.

Terakhir, Jumami (56 tahun), seorang pensiunan TNI yang telah berjasa mengabdi untuk negara selama puluhan tahun.

Piagam penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Anggota DPR RI Fraksi PKS, daerah pemilihan (dapil) Lampung, Al Muzzammil Yusuf.

“Tentu saja, kita wajib mengambil inspirasi para pahlawan-pahlawan disekitar kita yang telah banyak memberikan sumbangsih kebaikan pada lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kita juga harus mengambil peran dan kontribusi kebaikan agar Allah SWT mencatat kebaikan-kebaikan kita,” pungkas Almuzzammil. (Gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *