Sel. Okt 27th, 2020

Dugaan Mafia di KPU Lampung, Trajecpol Indonesia: Sinyal Bahaya Bagi Demokrasi

1 min read

BANDARLAMPUNG – Lembaga Riset Trajecpol Indonesia menanggapi kasus dugaan mafia di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung sebagai sinyalemen bahaya bagi kelangsungan demokrasi.

Direktur Eksekutif Lembaga Riset Trajecpol Indonesia, Mohamad Andi Fakhri mengatakan KPU sebagai salah satu penyelenggara pemilu haruslah bebas dari berbagai kepentingan.

“KPU harus cepat berbenah, secara kelembagaan KPU itu akan sangat menentukan proses pilkada (pemilihan kepala daerah) yang jurdil (jujur dan adil). Harus ambil jarak dari kepentingan, saya doakan yang terbaik untuk KPU Lampung,” jelasnya melalui siaran pers yang diterima, Minggu (10/11).

Namun demikian, Andi sapaan akrabnya, menuturkan bahwa masyarakat juga hendaknya bisa mengambil pelajaran politik yang edukatif dalam kasus ini.

Menurutnya ongkos politik yang besar berdampak pada pragmatisme masyarakat akar rumput membuat lembaga seperti KPU terjerat dalam kepentingan transaksional semacam itu.

“Masyarakat juga harus mau memulai tradisi baik di pilkada, kalau mau lembaga seperti KPU lebih bersih. Menjauhi politik uang salah satu caranya, paling tidak dimulai dari menjaga lingkungan terdekat kita dulu, mulai saja dulu itu,” pungkasnya.

Lembaga Riset Trajecpol Indonesia diketahui kerap melakukan riset sosial kemasyarakatan untuk memperkuat data literasi pemerintah daerah.

Hingga kini sudah puluhan penelitian dilakukan oleh lembaga kajian strategis ini. Rencananya Trajecpol Indonesia juga akan melakukan riset menjelang Pilkada Bandarlampung tahun 2020 mendatang. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *