Sen. Okt 26th, 2020

Ribuan Burung Disita BKSDA Lampung

2 min read

BANDARLAMPUNG – Lebih dari 1.500 ekor burung dari berbagai spesies, diamankan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung bersama aktivis LSM FLIGHT, Sabtu (9/11) kemarin.

Kuat dugaan, burung sebanyak itu merupakan hasil perburuan liar dari berbagai daerah di wilayah Lampung, Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Burung diangkut menggunakan mobil travel, dan dimasukkan ke dalam 23 keranjang burung, kardus, dan sangkar. Sewaktu mobil melintas di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) ruas Kabupaten Lampung Utara (Lampura), di depan SPBU Kalibalangan petugas berhasil mengamankan.

“Barang bukti burung dan supir mobil travel masih diamankan petugas BKSDA. Namun, sebagian burung sudah dilepasliarkan,” kata Direktur Komunikasi FLIGHT Namira Annisa, Sabtu (9/11).

FLIGHT menyebut, dari 1.500 burung yang berhasil diamankan terdiri dari setidaknya 16 spesies. Di antaranya spesies Ciblek, Gelatik Batu, Pelatuk Sampit, Pleci, Cucak Jenggot, Cucak Kopi, Murai Air, Poksay Sumatra, Poksay Hitam, Cucak Keling, Cucak Ijo, Cucak Ranting, Cucak Ijo Mini, dan lainnya.

Ribuan burung berbagai jenis tersebut, kata dia,  dibawa dari Lubuklinggau (Sumsel) dengan tujuan Kabupaten Pesawaran dan Kota Metro. FLIGHT mengapresiasi upaya BKSDA Lampung dalam mencegah penyelundupan burun dari Lubuklinggau ke Lampung tersebut. “Maraknya perburuan dan penyelundupan telah mengancam populasi burung liar Sumatra,” kata Namira.

Menurut dia, berdasarkan catatan FLIGHT selama ini, terdapat pencurian atau perburuan liar terhadap lebih dari satu juta burung liar Sumatra telah terjadi di alam Sumatra setiap tahun. “FLIGHT berharap agar para penyelundup burung ini diproses hukum untuk memberikan efek jera,” ujarnya menegaskan.

Kepada wartawan, Kepala Seksi III BKSDA Bengkulu – Lampung Hifzon Zawahiri menyatakan, burung-burung tersebut akan dipasarkan di dua tempat di Kota Metro dan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Menurut dia, ada dua daerah di Lampung yang menjadi langganan penampungan burung-burung liar dan ilegal tersebut.

Ia berharap dengan penangkapan aksi penyelundupan burung-burung ilegal tersebut, kegiatan ini dapat menimbulkan efek jera kepada oknum yang memperdagangkan burung-burung tanpa dokumen resmi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *