Ming. Okt 25th, 2020

Dua Blantik Sapi Diracun, Lalu Dibantai

2 min read

Disuguhi racun tikus, lalu dibantai. Kemudian, mayat dua blantik sapi warga Lampung Timur itu pun dibuang ke sungai. Kisah tragis utang piutang jual beli sapi?

 

LAMPUNG TENGAH – Dikabarkan hilang dan sempat viral di sosial media (Sosmed), dua blantik sapi asal Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, Sodik (32) dan Sukirno (35), ditemukan sudah tak lagi bernyawa.

Sodik ditemukan warga di Sungai Way Bungur, Sabtu (2/11) kemarin. Sedangkan Sukirno (35), ditemukan petugas gabungan dari Satreskrim Polres Lampung Tengah dibantu Polda Lampung sehari kemudian, Minggu (3/11), sekitar pukul 10.30 Wib, di pinggiran Sungai Desa Bumirahayu, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah.

Informasi yang diperoleh wartawan dari sejumlah warga, dua blantik sapi yang sempat dinyatakan hilang ini, sempat diupayakan pencarian. Selama dua hari berturut-turut, petugas kepolisian dibantu warga mengitari sejumlah wilayah yang diduga pernah disinggahi keduanya.

Menjelang sore, Sabtu (2/11), warga menemukan satu jasad. Namun, mereka tidak mengetahui identitas mayat tersebut. Berdasarkan ciri-ciri fisik sebagaimana disebutkan lewat media sosial, diketahui jasad tersebut adalah Sodik. Sedangkan keberadaan rekan Sodik, yakni Sukirno, belum diketahui.

Dari hasil olah TKP awal yang dilakukan pihak Kepolisian, Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Yuda Wiranegara, S.Ik menduga kedua korban dibunuh oleh rekan bisnisnya berinisial M (41), warga Kampung Bumi Rahayu, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah.

Menurut Kepolisian, kedua korban diduga dihabisi dengan cara keji di rumah pelaku. Sebelum dihajar menggunakan linggis, keduanya disuguhi minuman kopi yang sudah dicampur dengan racun tikus.

“Setelah korban tak berdaya, pelaku langsung memukul kedua korban dengan benda tumpul hingga meninggal dunia,” kata AKP Yuda Wiranegara, Minggu (3/11).

Kemudian, membuang jasad keduanya ke Sungai Way Bungur, tak jauh dari kediaman pelaku. Dari olah TKP pula, berhasil mengumpulkan keterangan para saksi.

Beberapa barang bukti ikut disita, di antaranya berupa dua gelas kopi yang telah dicampur racun tikus, satu bilah linggis, serta pakaian milik korban.

Hingga berita ini dirilis, Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Satreskrim Polres Lampung Tengah bersama Tim Tekab Polda Lampung masih memburu M, terduga pelaku pembunuhan.

Mayat Kedua

Penemuan mayat kedua, yakni Sukirno, di sekitaran Sungai Way Bungur Desa Bumirahayu, Kecamatan Bumiratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (3/11), sekitar pukul 10.30 Wib.

Penemuan mayat Sukirno tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama, Sodik. Polisi langsung membawa mayat korban ke RS Bhayangkara Polda Lampung, untuk diautopsi.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Yuda Wiranegara menyatakan, korban Sukirno ditemukan terendam dalam lumpur, 100 meter dari penemuan jenazah korban Sodik.

Polisi sudah memeriksa lima saksi, termasuk anak dan istri pelaku. Dilihat dari rekonstruksi dan kesaksian istri dan anak pelaku, diduga pembunuhan ini dilakukan secara berencana.

“Kalau korban pertama dibunuh dengan diracuni. Untuk korban kedua diracuni setelah itu ditusuk dengan benda tajam jenis linggis,” kata AKP Yuda Wiranegara. (dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *