Rab. Okt 21st, 2020

Dr. Triono Jabat Rektor Universitas Megou Pak

2 min read

TULANGBAWANG – Ketua yayasan Universitas Megou Pak Tulangbawang (UMPTB), Abdurachman Sarbini, MH, MM melantik Dr. Triono, M.I.P sebagai Rektor Universitas Megou Pak Tulangbawang masa bhakti 2019-2023.

Pelantikan dilaksanakan di Aula Kampus UMPTB, Sabtu (2/11) kemarin. Tampak hadir, Wakil Bupati Tulangbawang, Staf Ahli Bupati Tulangbawang, Kodim 0426 Tulangbawang, Polres Tulangbawang, Kejari Tulangbawang, DPRD Tulangbawang, Tokoh Adat Megou Pak, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta civitas akademika UMPTB.

Dalam sambutannya, Dr. Triono mengajak seluruh civitas akademika UMPTB bersatu dan bersinergi dalam membangun dan meningkatkan tri dharma perguruan tinggi.

”UMPTB ke depan, harus mengedapankan kebersamaan dan sinergitas dengan semua pihak dalam mengembangkan pendidikan di level lokal, nasional, dan internasional. Kita perlu bersinergi dan bekerjasama dengan semua elemen yang ada untuk memajukan pendidikan tinggi yang lebih baik,” ajak Triono.

Dalam melaksanakan dan meningkatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kata dia, diperlukan konsep kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas (4K) dari semua personal manajemen UMPTB.

”Dengan semangat optimisme, ke depan UMPTB akan terus berupaya dan berdikari dalam memberikan pelayanan pendidikan tinggi yang lebih baik lagi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Universitas Megou Pak Tulangbawang, dijelaskannya,  sampai saat ini telah meluluskan sebanyak 1.320 mahasiswa. Mereka telah pula bekerja dan mengabdi pada instansi pemerintah sebagai PNS/ASN, sektor swasta, dunia perbankan, jurnalis, pengacara, peneliti, guru, dosen, wiraswasta, politisi.

Dalam upaya meningkatkan standar mutu akademik, menurut Triono, UMPTB dalam proses re-akreditasi dan upaya peningkatan status akreditasi dari type C menjadi type B.

Pada kesempatan sama, Ketua Yayasan Megou Pak, Dr. Abdrucahman Sarbini dalam sambutannya menyampaikan sejarah singkat lahirnya UMPTB.

Menurutnya, dengan dilatarbelakangi historis Kota Menggala di zaman Hindia Belanda yang merupakan satu-satunya daerah di Lampung yang menjadi pusat pendidikan, dibuktikan dengan adanya sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS), pusat perdagangan dan pusat pemerintahan, atas dasar tersebut Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1808-1811) menjuluki kota Menggala sebagai Paris Van Lampung.

Didasari atas ide dan gagasan cemerlang tersebut, Dr. H. Abdurachman Sarbini selaku Bupati Tulangbawang pada tahun 2004 lalu bersama dengan elemen masyarakat Tulangbawang menginisiasi pendirian Universitas Megou Pak Tulangbawang.

Nama ‘Megou Pak’, dijelaskannya, diambil dari sejarah kearifan lokal dimana ada 4 marga Lampung di Tulangbawang ini. Megou diartikan Marga dan Pak adalah Empat (Marga Tegamo’an, Marga Buai Bulan, Marga Suai Umpu dan Marga Aji).

Universitas Megou Pak Tulangbawang resmi menjalankan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi setelah mendapatkan SK Mendikbud RI Nomor 252/D/O/2006 tentang Alih Kelola Universitas Dirgantara Indonesia (UDI) Yogyakarta menjadi Universitas Megou Pak Tulangbawang, diperkuat dengan Perda Kabupaten Tulangbawang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Universitas Megou Pak Tulangbawang. (Mawardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *