Ming. Okt 25th, 2020

Warga Sawah Brebes Keluhkan Sisa Pembangunan Pasar Tugu

1 min read

BANDARLAMPUNG – Meski beberapa tahun lalu sempat ada pengerjaan, renovasi Pasar Tugu bisa dibilang belum selesai. Kondisi dalam bangunan pasar itu masih kumuh, sepi, bau dan tidak terawat.

Parahnya, sisa-sisa pengerjaan saat itu justru menimbulkan persoalan baru bagi warga sekitar.

Ketua RT 09 Kelurahan Sawah Brebes, Sumarno mengeluhkan hal tersebut saat reses anggota DPRD Provinsi Lampung daerah pemilihan (dapil) Bandarlampung.

Menurut Sumarno, warga kini mulai resah mengenai masalah keamanan. Sebab pembangunan batas belakang pasar yang berbatasan dengan pemukiman tak kunjung diselesaikan.

“Tadinya ada pagar pembatas, kemudian dibongkar untuk pembangunan pasar. Katanya mau di pagar lagi tapi belum juga dilakukan,” kata Sumarno di Kantor Kecamatan Tanjungkarang Timur, Rabu (30/10).

Tak cuma masalah keamanan, pembangunan itu, kata dia, juga jadi penyebab banjir. 

“Aliran sungai di belakang pasar yang tadinya lurus, dibelokan mengikuti alur batas pasar. Akibatnya pemukiman warga kami tergenang saat hujan,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung, Ade Utami Ibnu mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) harusnya melihat dampak buruk sisa pengerjaan pasar tersebut sebagai sesuatu yang urgent. Terlebih, kata dia, soal aliran sungai.

“Sebentar lagi kan masuk musim penghujan, kami mendesak bagaimana masalah aliran sungai ini segera dibenahi. Itu yang utama,” kata Ade.

Menambahkan, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS menjamin keluhan tersebut akan diperjuangkan saat audensi dengan Pemkot Bandarlampung, awal pekan depan.

“Karena ranah kewenangan Pemkot dan provinsi ini kan berbeda. Jadi memang butuh sinergi dari semua pihak,” kata Budiman. (Gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *