Kam. Okt 22nd, 2020

DPRD Akan Panggil SMKN 5 Terkait ‘Sumbangan Sukarela’

1 min read

BANDARLAMPUNG – Keluhan adanya permintaan uang komite dengan nominal yang cukup besar dari pihak sekolah kepada orangtua siswa bukanlah hal baru.

Kali ini, keluhan datang dari warga Tanjungkarang Timur, Heri, saat Anggota DPRD Provinsi Lampung daerah pemilihan (dapil) Bandarlampung menggelar reses di wilayah tersebut.

Heri mengaku keberatan dengan kewajiban membayar uang komite yang diterapkan oleh pihak SMKN 5 Bandarlampung. Dia menjelaskan, saat mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut, tidak ada sekalipun pemberitahuan tentang pembayaran selain SPP.

“Setelah anak saya diterima, kemudian semua orangtua siswa dikumpulkan untuk rapat. Baru disitu diberi tahu ada kewajiban membayar uang komite, yang diberi nama ‘sumbangan sukarela’ oleh pihak sekolah,” jelas Heri, Rabu (30/10).

Berdasar pengakuan Heri, jumlah nominal ‘sumbangan sukarela’ yang diminta SMKN 5 Bandarlampung ternyata lumayan besar. Tak kurang dari Rp 4 Juta.

“Mohon uang komite begitu kalau bisa dihapuskan. Karena tidak semua orangtua siswa itu mampu secara ekonomi,” ujarnya.

Merespons hal itu, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Aprilliati menegaskan bahwa pemerintah telah mempunyai banyak program di bidang pendidikan. Seperti, Kartu Indonesia Pintar (KIP), Biling serta BOSDA.

“Komite sekolah tidak boleh membebani siswa, dalam hal ini orangtua siswa, ihwal permintaan sumbangan dan lain sebagainya,” kata Ketua Fraksi PDIP itu.

Nanti, kata Aprilliati, pihak Komisi V juga berencana akan memanggil Kepala Sekolah SMKN 5 Bandarlampung, Ketua Komite Sekolah, serta Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

“Kalau hal ini dibiarkan, nanti nggak menutup kemungkinan akan jadi preseden buruk. Dan ditakutkan sekolah lain pun akan menerapkan hal seperti itu,” tukasnya. (Gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *