Jum. Okt 30th, 2020

Bulog Divre Lampung Sosialisasi Rumah Pangan Kita

2 min read

BANDARLAMPUNG – Perum Bulog Divre Lampung terus menggenjot ekonomi kerakyataan dengan berencana menambah jumlah outlet Rumah Pangan Kita (RPK).

Bulog Divre Lampung berencana terus sosialisasi dan menargetkan jumlah outlet RPK sebanyak mungkin melalui kemitraan dengan masyarakat. Adapun saat ini, Bulog telah memiliki 1.600 gerai RPK di Lampung.

Regional CEO Bulog Divre Lampung, Faisal menjelaskan, RPK Bulog mempermudah masyarakat mengembangkan usaha bahan pangan, terlebih di pelosok desa.

“Saat ini sudah ada 1.600 Sahabat RPK (sebutan untuk mitra RPK), dengan adanya peningkatan jumlah outlet RPK ekonomi kerakyatan begerak semua, khususnya masyarakat di level bawah, misalnya di tempat pemukiman penduduk bisa bekerja karena bulog masuk di situ,” kata Faisal di Hotel Batiqa, Rabu (23/10).

Keuntungannya menjadi Sahabat RPK, kata Faisal, selain menjadi penyedia beragam sembako murah di lingkungan sekitar, banyak keuntungan lain yang didapat.

“Keterjangkauan dan stabilitas, RPK sukses memberikan angin segar karena mampu menyediakan aneka bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat, keuntungannya dari sisi margin dan lainnya,” jelasnya.

Dijelaskan Faisal, untuk membuka RPK, syarat yang diperlukan hanya fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan surat domisili. Selain itu, pendaftar juga harus sudah memiliki tempat usaha.

“Kemudian tim Bulog melakukan survei lokasi dan pendaftaran gratis. Namun mereka yang sudah tercatat sebagai Sahabat RPK membayar modal awal Rp2 juta untuk produk beras, gula, minyak dan lainya,” terangnya.

Sementara, untuk biaya selanjutnya akan dilakukan evaluasi kembali dari tingkat penjualan Sahabat RPK. Pembayaran dapat dilakukan secara bertahap, dalam bentuk cicilan maupun tempo.

“Diperjalanan bisa dievaluasi kembali bagaimana RPK itu bisa bergerak, kalau outletnya itu bisa besar kita tingkatkan Rp5 juta. Tapi untuk sistem pembayaran bisa dikomunikasikan,” ujarnya.

Persyaratan lainnya, lanjut Faisal, Sahabat RPK wajib menjual produk Bulog dengan harga yang sudah ditentukan. Tidak lebih dari yang ditetapkan Bulog.

“Shabat RPK harus jual dengan harga yang kami tentukan. Dan nantinya juga akan kita bina dan kita ajak rapat terkait kendala dalam perjalanan membuka outlet RPK,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *