Sen. Okt 26th, 2020

Modal Besar Balonkada Non Parpol

2 min read

BANDARLAMPUNG – Kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada), khususnya di Kota Bandarlampung makin semarak. Banyak tokoh dari berbagai latar belakang mulai tebar pesona demi meraih simpati masyarakat. Tujuannya tentu sama, mendongkrak popularitas dan elektabilitas.

Dua poin tadi boleh saja dianggap krusial, sebab itulah yang nantinya jadi dasar penilaian partai politik (parpol) manapun untuk memilih siapa yang bakal diusung. Selain tentu saja tiap parpol akan mengutamakan kader, karena jika menang, parpol itu akan kebagian ‘kue’ paling besar.

Menariknya, ada beberapa tokoh non parpol juga ikut masuk dalam bursa pemilihan. Salah satunya Yonasyah, yang selama ini dikenal sebagai pengusaha.

“Saya sebagai seorang pengusaha ingin mengabdikan segala kemampuan saya untuk masyarakat, dan politik itu sebagai kendaraannya,” kata Yonasyah saat berbincang dengan awak media di Bandarlampung, baru-baru ini.

Sebagai pengusaha, Yonasyah paham betul urusan politik memang tak melulu logistik, namun untuk terjun ke dalamnya pasti butuh ‘modal’. Setidaknya untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas di masyarakat.

“Selain menyebar baliho perkenalan, selama musim kemarau ini saya rutin membantu masyarakat di Bandarlampung dengan menyuplai air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan. Juga saya dengan tim, memberikan Fogging untuk mencegah penyebaran demam berdarah,” jelasnya.

Meski tak merinci, Yonasyah mengakui modal yang dikucurkan sejauh ini tidaklah sedikit. Tapi selain demi simpati masyarakat, apa yang dilakukan juga untuk meyakinkan parpol tempat ia mendaftar penjaringan agar mau mempercayakan rekomendasi padanya.

Apalagi Yonasyah memilih daftar sebagai bakal calon wakil walikota, tentu ia ingin ‘dilirik’ para bakal calon walikota sebagai pasangan yang punya kapabilitas dan mampu bekerja.

“Karena politik dan bisnis dasarnya sama, yaitu komitmen dan kepercayaan. Kalau nggak komitmen ya nggak dipercaya orang,” kata dia.

Tawaran Jadi Kader

Seperti sudah jadi ‘tradisi’ bila tokoh non parpol dengan popularitas dan elektabilitas yang moncer akan jadi incaran untuk dijadikan kader. Yonasyah pun mengamini hal itu, dia mengatakan sampai saat ini sudah ada beberapa parpol yang mengajak dirinya bergabung.

“(Untuk saat ini) saya belum mau menerima ataupun menolak (tawaran terserbut),” kata Yonasyah saat diwawancarai usai pemaparan visi misi di DPD PDIP Provinsi Lampung, Selasa (15/10) sore.

Dia sendiri tak mau terburu-buru dalam mengambil setiap tawaran. Terpenting adalah jika memang parpol tersebut menginginkan, berikan kesempatan dan waktu terlebih dahulu untuk dia bekerja.

“Saya berkomitmen, kalau dipercayakan (rekomendasi) sama partai, saya bekerja dulu. Seperti apa hasilnya nanti partai yang menilainya,” tukasnya. (Gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *